Singkong makanan yang lebih sehat dari Nasi tapi mengandung Racun Sianida

singkong
Singkong adalah makanan yang dikenal sebagai pengganti nasi, terutama di Desa Cireundeu, Cimahi, Jawa Barat. Disana singkong dijadikan sebagai bahan pokok, dan penduduk setempat mengolah singkong menjadi tepung beras atau beras singkong.


Berikut kelebihan Singkong yang saya kumpulkan dari 2 sumber berbeda, sehingga ketepatan artikel ini akan lebih terjamin.

Kelebihan singkong menurut doktersehat.com dan onhits.net adalah:
- Kandungan utama singkong adalah karbohidrat yang lebih kompleks dan tinggi daripada nasi. Karbohidrat singkong tidak mengandung gula atau glukosa, berbeda dengan nasi yang kadar gulanya cukup tinggi.
- Karbohidrat dalam singkong lebih banyak 2 kali lipat daripada kentang
- Kalori dan lemak yang rendah (cocok untuk diet)
- Sangat dianjurkan bagi penderita diabetes karena rendah gula.
- Terdapat kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B kompleks, C, dan K.
- Tinggi serat bisa membuat perut kenyang dalam waktu sekitar 6 jam.
- Sama sekali tidak mengandung kolesterol sehingga mengurangi resiko penyakit jantung/darah tinggi
- Tidak mengandung gluten sehingga sangat aman untuk konsumsi langsung ataupun dicampur dengan makanan lain.
- Memiliki kandungan kalium, tembaga, dan magnesium yang tinggi sehingga sangat membantu mengatur tekanan darah.

Meskipun begitu untuk mendapatkan kelebihan singkong tersebut, singkong harus diolah secara tepat, karena singkong mengandung racun.

singkong goreng bakar
Nah untuk menghilangkan racun yang terkandung dalam Singkong terbilang cukup gampang. Intinya singkong jangan dimakan mentah-mentah, kupas dulu kulitnya terus direndam dalam waktu yang lama untuk menghilangkan sifat racun singkong.

Menurut mediskus.com, sifat racun yang terkandung dalam singkong adalah Asam Sianida, sehingga harus diolah dulu sebelum dimakan yakni dengan cara merendamnya sekitar 1 malam sebelum dimasak sehingga kandungan asam sianidanya berkurang.

Jika kena racun singkong maka anda harus tau dulu gejalanya apa, dan mengenai gejala keracunan singkong dapat anda lihat di website berikut ini karena artikelnya cukup panjang mediskus.com dan cahayawahyu.wordpress.com

daun singkong
Selain itu, menurut sinarharapan.codaun singkong juga mengandung racun dalam jumlah besar yang dinamakan racun Linamarin.

Untuk itu daun singkong wajib diolah dulu dengan cara diremas atau dipotong sebelum dimasak. Jangan lupa biarkan dulu 10 menit sampai daunnya layu, lalu setelahnya baru boleh direbus dan diolah.

Meskipun mengandung racun, daun singkong memiliki kandungan protein yang tinggi.

Jadi pada intinya, singkong itu sehat bahkan lebih sehat daripada nasi dan kentang. Tapi singkong harus diolah terlebih dahulu untuk menghilangkan sifat racun yang terkandung di dalamnya.

Jika dilihat dari faktor biayanya, maka makan singkong tentunya jauh lebih murah daripada nasi. Menurut hargabarangterbaru.top harga singkong berkisar diharga Rp.750/kg, bandingkan saja dengan harga beras yang tentunya jauh lebih mahal daripada singkong.

Maka dengan harga yang ekonomis dan manfaat gizi yang besar, maka singkong sangat bisa menggantikan nasi, asal mengolahnya yang benar ya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar